Sering saya menerima pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya cara memilih pompa dan menentukan kekuatan yang pas untuk installasi hidroponik yang kita buat, agar keluarnya air / yang saya sebut dengan semburannya, sesuai dengan yang kita butuhkan.
Sering saya menerima pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya cara memilih #pompa dan menentukan kekuatan yang pas untuk installasi #hidroponik yang kita buat, agar keluarnya air / yang saya sebut dengan semburannya, sesuai dengan yang kita butuhkan.
Berikut #tips dari paramudita untuk memilih pompa untuk keperluan hidroponik :
1. Tentukan #sistem yang akan anda pakai.
Untuk sistem #NFT atau #DFT dibutuhkan hanya debit air tertentu sedangkan untuk tekanan tidak terlalu dirisaukan karena biasanya hambatan yang ada tidak terlalu signifikan.
Tetapi untuk sistem tetes atau sering disebut #dripirigation atau bahkan sistem #aeroponik tidak hanya dibutuhkan debit tertentu tetapi diperlukan tekanan yang cukup kuat.
2. Tentukan jumlah installasi, jalur gully, jumlah bucket/polybag dan jumlah daya listrik yg dibutuhkan.
Saat kita hanya memiliki 1 installasi saja, tentu ini tidak menjadi masalah karena hanya membutuhkan satu pompa saja (dan sering kali hanya membutuhkan daya listrik yang kecil), tetapi saat kita memiliki lebih dari 3 set installasi yg harus menggunakan 3 pompa dalam 3 tandon yg berbeda, kita perlu berhati hati untuk menghitung jumlah daya dari masing masing pompa yg kita gunakan.
Ini salah satu sebab ditempat kami hanya menggunakan 1 TANDON dan 1 POMPA untuk SELURUH KEBUN kami, mulai dari Installasi Penyemaian, Installasi Remaja sampai dengan Installasi Dewasa.
3. Hitung kekuatan pompa yg dibutuhkan.
Menghitung kebutuhan pompa adalah dari JUMLAH JALUR / JUMLAH INPUT di installasi BUKAN dari JUMLAH LUBANG !!
Perhatikan nilai H Max (ketinggian maksimal) dari pompa yang akan dipilih.
Pada posisi H Max, debit air dari pompa adalah nol (tidak keluar air sama sekali), dan yang tertulis berapa liter per menit atau per jam kemampuan pompa adalah pada ketinggian nol meter dari pompa (sejajar dengan pompa). Berarti semakin tinggi jarak dari pompa, semakin turun kemampuan pompanya.
Jadi saat memilih pompa tidak hanya melihat berapa liter per menit saja atau berapa ketinggian maksimalnya saja. Disamping itu, harus kita pertimbangkan juga hambatan hambatan yang mungkin muncul disepanjang pipa penghubung dari pompa sampai input installasi (hambatan dapat muncul di setiap belokan dari pipa).
Semoga tips dari kami ini dapat membantu.